Acetylcysteine: Manfaat, Dosis, dan Cara Penggunaan
Apa Itu Acetylcysteine?
Acetylcysteine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah paru-paru dan sebagai penangkal overdosis acetaminophen.
Acetylcysteine termasuk dalam golongan mukolitik, yang bekerja dengan mengurangi kekentalan lendir pada saluran pernapasan agar lebih mudah dikeluarkan sehingga pernapasan menjadi lebih lancar. Obat ini juga memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Acetylcysteine tersedia dalam tiga bentuk, yaitu larutan inhalasi, larutan injeksi, dan tablet effervescent yang larut dalam air.
Manfaat Acetylcysteine
Beberapa manfaat dari obat acetylcysteine antara lain:
- Gangguan pernapasan
Acetylcysteine membantu memecah lendir kental dan lengket pada saluran pernapasan. Oleh karena itu, obat ini bermanfaat untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti bronkitis, pneumonia, emfisema, asma, fibrosis kistik, dan tuberkulosis.
- Penangkal overdosis paracetamol
Acetylcysteine membantu mencegah atau mengurangi kerusakan hati akibat konsumsi paracetamol dalam jumlah besar.
Peringatan Sebelum Menggunakan Acetylcysteine
Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan acetylcysteine:
- Hindari penggunaan jika alergi terhadap acetylcysteine.
- Hindari penggunaan pada pasien asma akut.
- Konsultasikan dengan dokter jika memiliki riwayat tukak lambung, pendarahan lambung, tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, dan penyakit ginjal.
- Konsultasikan dengan dokter jika sedang hamil atau menyusui.
Merek Dagang Acetylcysteine
Beberapa merek dagang acetylcysteine antara lain:
- Acetylcysteine 200 mg 10 Kapsul
- Stinopi 10 Kaplet
- Fluimucil 200 mg 10 Kapsul
- Acetin 600 mg 10 Tablet Effervescent
- Fluimucil Dry Syrup 75 ml
Dosis dan Aturan Pakai Acetylcysteine
Dosis dan aturan pakai acetylcysteine berbeda-beda tergantung pada kondisi kesehatan pasien. Untuk mengatasi gangguan paru-paru, berikut adalah dosis dan aturan pakai acetylcysteine berbentuk larutan hirup:
Kelompok | Dosis |
---|---|
Dewasa | 5-10 mL larutan 10% atau 20% melalui nebulisasi setiap 6-8 jam |
Anak-anak (1-11 bulan) | 1-2 mL larutan 20% atau 2-4 mL larutan 10% melalui nebulisasi setiap 6-8 jam |
Anak-anak (1-11 tahun) | 3-5 mL larutan 20% atau 6-10 mL larutan 10% melalui nebulisasi setiap 6-8 jam |
Anak-anak (di atas 12 tahun) | 5-10 mL larutan 10% atau 20% melalui nebulisasi setiap 6-8 jam |
Untuk overdosis paracetamol, dosis disesuaikan dengan berat badan pasien. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Cara Menggunakan Acetylcysteine
- Gunakan acetylcysteine sesuai petunjuk dokter.
- Untuk larutan hirup, gunakan nebulizer untuk mengubah obat menjadi kabut yang bisa dihirup.
- Jangan mencampur acetylcysteine dengan obat hirup lain tanpa petunjuk dokter.
- Jika dikonsumsi secara oral, ikuti petunjuk dokter. Larutan biasanya dicampur dengan cairan lain untuk mengurangi mual dan muntah.
- Minum obat dalam waktu 1 jam setelah pencampuran.
Efek Samping Acetylcysteine
Beberapa efek samping umum acetylcysteine antara lain:
- Menurunnya kemampuan bernapas
- Bau tidak sedap dan mual
- Kantuk
- Demam dan keringat dingin
Efek samping serius yang mungkin timbul antara lain:
- Rasa tertekan di dada
- Konstriksi bronkus
- Pendarahan
- Muntah yang parah atau terus-menerus
- Batuk berdarah atau muntah yang mirip ampas kopi
Jika mengalami efek samping umum yang tidak kunjung hilang atau efek samping serius, segera hubungi dokter.
Interaksi Acetylcysteine
Beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan acetylcysteine, antara lain:
- Azithromycin
- Bazedoxifene/Conjugated Estrogens
- Chloramphenicol
- Clarithromycin
- Demeclocycline
- Dichlorphenamide
- Doxycycline
- Erythromycin Base, Erythromycin Ethylsuccinate, Erythromycin Lactobionate, dan Erythromycin Stearate
- Minocycline
- Probenecid
- Sodium Picosulfate/Magnesium Oxide/Anhydrous Citric Acid
- Tetracycline
- Vancomycin
- Arang aktif
Konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk vitamin dan obat herbal.
Kontraindikasi Acetylcysteine
Jangan menggunakan acetylcysteine pada pasien dengan hipersensitivitas atau alergi terhadap obat ini. Hindari penggunaan pada pasien asma akut.
Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan acetylcysteine, terutama jika sedang hamil, menyusui, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.